Japan Trip 8D 16 – 23 Mei 2014 Part 2

Hari 4 – 19 Mei 2014

Pagi hari jam 7 kita udah check out dari hotel karena mo ngejar kereta jam setengah 8 pagi ke Kyoto dari stasiun JR Toyama. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 3 jam naik kereta limited express, akhirnya kita sampai di Kyoto jam 11. Untuk di Kyoto kita menginap di Kyoto Hana Hostel, lokasinya deket banget sama stasiun bisa jalan kaki sekitar 10 menit. Sesampainya di hostel kita titip tas ransel karena belum bisa check-in, check-in baru bisa jam 15.00. Setelah drop ransel, kita balik lagi ke stasiun kyoto untuk cari makan, dan makan di lotteria nya, lumayan murah untuk burger udang sekitar 500 yen an lah. Setelah itu jam 12 kita ke stasiun JR Osakajokoen untuk melihat Osaka Castle.

20140519_132316

Setelah dari Osaka Castle kita kembali lagi ke Kyoto, dan lanjut ke Arashiyama turunnya di stasiun JR Sagaarashiyama.

20140519_182749

dari stasiun JR Sagaarashiyama, kita melalui jalan kecil menuju ke Bamboo Grove. Begitu sampai disana sudah jam 16.30.

20140519_185305

karena sudah kesorean jadi aga-aga spooky gimana gitu, karena udah makin gelap akhirnya kita cabut dari sana jam 17.00 sore, dan balik lagi ke stasiun JR Sagaarashiyama menuju stasiun Kyoto. Sampai di stasiun Kyoto kitaΒ  balik ke hostel. untuk check-in dan solat. Malamnya kita balik lagi ke stasiun kyoto untuk liat2 souvenir dan makan malam disana.. Btw stasiun Kyoto terintegrated gt jadi ada department store nya juga, dan luas banget.

Hari ke 5 – 20 Mei 2014

Bangun pagi-pagi dan sudah siap jam 7 berangkat dari hostel sekaligus check out, dan sementara titip ransel dulu di hostel. Jam 7 pagi berangkat ke stasiun kyoto menuju stasiun JR Inari. Begitu keluar dari stasiun JR Inari langsung didepannya gerbang Fushimi Inari.

20140520_072704

20140520_074321

Dari gerbang Fushimi Inari masih masuk ke dalam lagi, cuma kita ga sampai ke paling atas, karena masih pagi banget, jadi biksu2nya lagi pada sembahyang, jadi belum boleh naik ke atas.

Dari Fushimi Inari kita balik ke stasiun Kyoto, dan beli tiket one day pass kyoto bus, sekitar 500 yen. bisa keliling kyoto sepuasnya naik bis selama 1 hari. Setelah beli 1 day pass, kita naik bis ke Kinkakuji, kuilnya berwarna keemasan. Tiket masuk ke Kinkakuji sebesar 400 yen.

20140520_092122

Setelah Kinkakuji selanjutnya kita naik bis menuju Ginkakuji, kuilnya berwarna silver gitu. Tiket masuknya sebesar 500 yen.

20140520_110141

Selanjutnya kita menuju Kiyomizudera. Jalan menuju Kiyomizudera ini menanjak dan lumayan bikin cape, tapi enaknya disepanjang jalan itu berjejer toko-toko makanan kecil dan oleh-oleh. Biaya masuknya sebesar 400 yen.

20140520_133629

Setelah dari Kiyomizudera, kita balik lagi ke hostel untuk ambil ransel, dan lanjut ke stasiun Kyoto untuk naik Shinkansen ke Tokyo. Berangkatnya sekitar jam 3 sore, untuk lama perjalanan naik Shinkansen dari Kyoto ke Tokyo sekitar 3 jam, jadi jam 6 sore kemungkinan kita udah sampe di Tokyo.

Ohya, selama di Kyoto 2 hari ini, kita sempet cuci baju di hostel, dan ada mesin pengeringnya juga, ga perlu digosok juga karena ga lecek2 banget ko.

Begitu sampai di Tokyo qta ganti kereta ke stasiunnya tokyo metro untuk naik kereta ke stasiun asakusa. Di tokyo kita nginep di Khaosan Tokyo Guesthouse di Asakusa. Lokasinya emang strategis banget cuma 5 menit ke stasiun tokyo metro, dan 5 menit juga ke Sensoji Temple kalau jalan kaki ya. Tapi klo boleh jujur saya ga rekomen hostel ini karena sempit banget dan kecil banget, dibanding hostel2 sebelumnya, bahkan temen saya sampe komen, ko makin kesini malah makin kecil yah hostel yang kita tempatin,,,heuheuheu…bahkan kamar mandinya juga kecil banget. Ohya semua hostel di jepang udah menyediakan sabun mandi dan shampoo di kamar mandinya, jadi bawa handuk dan sikat gigi aja yang penting.

Hari 6 – 21 Mei 2014

Pagi ini kita bangun aga siang, karena masih kebawa cape maraton hari-hari sebelumnya. Berangkat dari hostel jam 9 an dan menuju Stasiun Hamamatsucho untuk ke Tokyo Tower. Keluar dari stasiun Hamamatsucho kita jalan sekitar 20 menit ke Zojoji Temple,dibelakang Zojoji Temple ini letaknya Tokyo Tower.

20140521_093806

Sayangnya pas kita kesana lagi berkabut gitu, jadi ga bisa kliatan sampai atas Tokyo Towernya. Ohya untuk ngambil foto tokyo tower saya rekomen ambilnya dari zojoji temple ini karena bisa kliatan semuanya kalo lagi ga berkabut.

Setelah dari Tokyo Tower kita lanjut ke stasiun Shibuya untuk ngeliat patung Hachiko. Begitu keluar dari stasiun Shibuya sebenernya langsung keliatan patung Hachiko nya ini. Di Shibuya ini juga ada tokonya Pablo dan biasanya antriannya panjang gitu. Dari Shibuya kita lanjut ke stasiun Harajuku untuk ke Meiji Temple dan Takeshita Street. Takeshita street letaknya pas di seberang stasiun Harajuku, dan disini kita belanja di Daiso (toko 100 yen). Sebenarnya ga semua barangnya 100 yen juga harganya, tapi paling mahal sekitar 300 yen lah, tetep aja termasuk murah. Saya rekomen banget klo mo cari oleh2 pernak pernik yang murah ya disini aja. Temen saya sampe borong 2 keranjang penuh untuk oleh2 karena memang disni lengkap banget. Ada lima lantai di Daiso Takeshita Street, masing-masing lantai ada temanya, ada perlengkapan tulis, ada peralatan rumah tangga, aksesoris, dll.

Dari pintu keluar stasiun Harajuku ke kanan, nanti ketemu jembatan dan diseberang jembatan itu ada gerbang untuk ke Meiji Jingu. Kuilnya sendiri masih masuk jauh kedalam, jalan kaki sekitar 15 menitan, dan gratis masuknya.

20140521_132801

Dari stasiun Harajuku, kita lanjut ke stasiun yoyogi uehara, kali ini karena stasiun yoyogi uehara bukan termasuk stasiunnya JR, jadi kita bayar untuk tiket keretanya. Dari stasiun yoyogi uehara, kita jalan melewati perumahan (pake GPS kali ini) sampai ketemu Masjid Camii. Nah Masjid Camii ini dibangun dengan bantuan dana dari pemerintah Turki. Masjidnya bagus banget bangunan dan interiornya.

20140521_150835

Setelah dari Masjid Camii dan solat disana, kita cus ke Shinjuku, tadinya mo makan ramen ikan di Meinya Kaijin, ramen ini halal lhoo, dan enak banget, waktu pertama kali saya ke Jepang sempet nyobain ramennya ini. Recommended deh.. Tapi akhirnya kita malah jalan-jalan di Department store yang ada di Shinjuku dan kita lanjut ke Stasiun Asakusa untuk ke Sensoji Temple.

20140521_175154

Di Asakusa, sepanjang jalan menuju pintu masuk temple nya banyak toko-toko oleh-oleh dan makanan, setelah dari Asakusa, karena sudah mau jam 6 sore, kita langsung cabut ke Odaiba. Untuk ke Odaiba kita naik yurikamome dan turun di stasiun Daiba.

20140521_193110

Setelah itu kita makan sushi di Odaiba, dan balik ke hostel. Tepar tapi seneng banget… πŸ™‚

Hari 7 – 22 Mei 2014

Pagi ini kita baru berangkat dari hostel jam 9 pagi juga, dan menuju ke Museum Doraemon. Untuk tiket masuk museum Doraemon ini ga bisa dipesen online dari Indonesia, dan pembelian tiketnya melalui Lawson di Jepang. Karena kita takut ga dapet tiketnya, soalnya ada jam-jam kunjungannya dan tiap jam dibatasi jumlah pengunjungnya, alhamdulillahnya ada temen saya yang punya temen di Jepang dan mau beliin dulu buat kita tiketnya. Jadi pas di Odaiba kemaren sebenernya kita sekalian ketemuan sama temennya temen saya itu untuk ambil tiket museum Doraemonnya. Nah kita beli tiket untuk jam 11 siang. Dari stasiun Asakusa kita menuju stasiun Shukugawara maksudnya biar bisa pake JR Pass aja gitu kan ga bayar lagi. Ga tau nya ternyata jalannya jauh banget booo dan itupun mesti pake GPS, malah lagi hujan lebat juga, dan kita sampe beli payung dulu di Family Mart depan stasiun. Setelah lari2 dan menerjang hujan lebat juga, celana jeans udah basah kuyup, akhirnya kita sampai juga di Museum Doraemonnya. Jalan kakinya sekitar 25 menit dari stasiun Shukugawara, saran saya lain kali mendingan turun di stasiun Noborito naik shuttle bus nya. Gpp deh nambah bayar dikit tapi lebih nyaman.

20140522_125048

Sebelum masuk ke Museum Doraemon kita dikasih alat dan ada headsetnya juga, dan bisa dalam bahasa inggris juga. Di ruang pameran dilarang memfoto, tapi setelah dari ruang pameran, ada ruang bermain untuk anak-anak, dan kita bisa foto2 disana, dan di lantai paling atas ada taman bermainnya. Beneran bentuk taman lho yah, ada rumputnya segala.

20140522_130000

Setelah itu, kita beli Dorayaki gambar Doraemon, cuma dijual disini aja. Setelah dari Museum Doraemon kita balik lagi tapi kali ini melalui stasiun Noborito, ke stasiun kita naik shuttle bus ini

20140522_140455

Setelah itu kita ke Akihabara, karena ada temen yang mo nyari kamera, tapi ternyata setelah di kurs-in ke Rupiah jatohnya sama aja kayak beli di Indonesia. Akhirnya kita cuma foto2 aja di sekitar Akihabara. Ohya, di Akihabara ini ada Gundam Cafe dan AKB48 Cafe.

Dari Akihabara kita balik ke hostel untuk beres-beres persiapan berangkat ke Bandara Haneda untuk pesawat jam 23.00. Kita berangkat dari hostel jam 7.30, karena perjalanan ke Haneda sekitar 1 jam, dan kita sudah web check in juga 1 hari sebelumnya. Tepat pukul 23.00, pesawat kita berangkat menuju KL dan CGK.

Hari 7 – 23 Mei 2014

Jam 10 pagi pesawat kita landing di Bandara Soekarno Hatta, Alhamdulillah, seneng banget dan berharap bisa dikasih kesempatan untuk ke Jepang lagi dengan tujuan kota yang berbeda.

Panduan Perjalanan ke Jepang

  1. Untuk mengetahui tempat wisata di jepang per masing-masing kotanya, bisa diliat di Website Japan Guide. Semuanya lengkap banget di Website tersebut, mulai dari penjelasan tempat wisatanya, sampai akses transportasi menuju kesana dan turun di stasiun mana aja.
  2. Beli JR Pass bisa disini
  3. Rute-rute kereta selama di jepang cek website Hyperdia. Mulai dari jam keberangkatan, lama perjalanan, transit dimana saja, dan jenis keretanya ada di website tersebut.
  4. Mengenai Festival shibazakura bisa cek di website ini. Mulai dari harga tiket masuk, maupun tiket bundling dengan shuttle bus nya, dan akses menuju kesananya, serta waktu festivalnya.
  5. Di Jepang bisa sewa wifi, pemesanannya bisa via website mereka aja, dan nanti barangnya akan dikirim ke hostel yang memang sudah kita infokan saat pemesanan. Saat menerima paket wifi biasanya akan disertakan dengan kantong untuk mengirimkan kembali wifi. setelah digunakan sesuai jangka waktu pemesanan, wifi dimasukkan kedalam kantong pengiriman, dan di masukkan kedalam kotak pos yang ada di Family Mart ataupun Lawson yang ada di Bandara.

sekian, semoga bermanfaat ya…

 

Advertisements

Japan Trip 8D 16 – 23 Mei 2014 Part 1

Bismillahirrahmanirrahim,

Saya mo share trip saya ke jepang selama 8 hari menggunakan pesawat Air Asia. Awalnya karena ada promo akhir tahun Air Asia di tahun 2013 sekitar bulan November, dan setelah searching di website Air Asia ketemu lah buat PP sekitar Rp 2.5 jutaan, tapi karena masih galau dan ga pede juga kalau berangkat sendirian, akhirnya saya ngajak temen-temen dulu, setelah nawarin ke temen-temen akhirnya terkumpulah 4 orang yang berminat pergi ke jepang. Masalahnya pas kita ngecek lagi untuk tanggal tersebut harganya udah naik donk, tadinya kita mo berangkat di awal Mei. Setelah cek-cek lagi coba mundurin seminggu jadi pertengahan Mei didapetlah best pricenya di Rp 3,2 juta tanpa bagasi. Akhirnya kita sepakat ambil aja tanggal 16-23 Mei ini. Jatah cuti kantor yang diambil sebanyak 5 hari. Ya gpp lah sekali-kali aga lamaan cutinya. Ohya sebenernya ini kedua kalinya saya ke Jepang, sebelumnya di tahun 2013 saya udah pernah ke Jepang di bulan September, tapi cuma sekitaran tokyo aja, berasa kurang puas, makanya langsung booking begitu ada promo Air Asia untuk tahun depannya.. πŸ™‚

Kita booking tiket pesawat Air Asia tujuan Haneda dengan transit di KL. Sempet nyesel juga c setelah booking n bikin itinerary baru ngeh kenapa ga berangkatnya ambil ke Osaka, pulangnya dari Haneda. Tapi ya sudah lah yaaa… Setelah booking tiket, saya mulai googling tempat wisata yang bisa dkunjungin disana, mengingat 6 hari hari lumayan banget kan, jadi qta rencanya memang akan explore tokyo, kyoto dan osaka.

Lima bulan sebelum keberangkatan sekitar bulan Januari qta udah mulai booking hotel, karena itinerarynya udah fix di bulan desember. Booking hotelnya melalui Booking.com, dan Hostelworlds.com. Kalau melalui booking.com qta ga perlu deposit apapun, dan ga akan di charge juga kartu kreditnya, meskipun pas booking tetap memasukkan data kartu kredit, tapi pembayarannya cash saat sampai di hostelnya. Sedangkan kalau melalui Hostelworlds.com harus ada deposit 10% dari harga totalnya. Karena ada beberapa hostel yang ga ada di booking.com, jadilah qta booking juga melalui hostelworlds.

Nah pas di bulan Maret ternyata ada 2 orang temennya adek saya yang mo join trip nya juga, karena kita udah booking tiket pesawat dan hostel duluan, akhrnya mereka berdua booking secara terpisah tapi tanggalnya sama dengan tanggal keberangkatan kita dan booking hostelnya juga di tempat yang sama.

Satu bulan sebelum keberangkatan sekitar pertengahan April kita mulai mengajukan permohonan visa Jepang melalui travel agent. Biayanya waktu itu sekitar Rp 450.000Β  di Panorama Tours. Persyaratan pembuatan visa Jepang yaitu :

  1. Formulir Permohonan Visa Jepang
  2. Paspor dan Fotocopy nya 1 lembar
  3. Fotocopy KTP
  4. Fotocopy Surat Keterangan Kerja
  5. Bukti booking tiket pesawat
  6. Jadwal Perjalanan, form nya bisa diambil di website kedutaan jepang . Untuk pengisian jadwal perjalanan tidak perlu detail, cukup gambaran besarnya aja kota yang dikunjungi apa saja, nama-nama kota nya saja ya yang ditulis.
  7. Bukti booking penginapan
  8. Fotocopy Kartu Keluarga
  9. Pasfoto ukuran 4.5 x 4.5 cm, dengan gambar wajah sekitar 80% nya, background pasfoto warna putih.
  10. Rekening koran 3 bulan terakhir. waktu itu dari pihak travel agent nya meminta agar saldo rata-rata selama 3 bulan terakhir di Rp 25 juta, tapi beberapa temen ada yang saldonya sekitar Rp 15 – 20 juta ternyata tetap di approve juga visanya.

Proses pembuatan visa jepang melalui travel agent sekitar 1 minggu dari pengajuan dokumen, dengan catatan dokumennya udah lengkap ya. 1 minggu kemudian kita diinfokan oleh travel agent kalau visa nya sudah bisa diambil. Alhamdulillah seneng banget, akhirnya kita semua bisa berangkat ke jepang,,yaaay…

Akhir April kita memutuskan untuk beli JR Pass, dengan pertimbangan meskipun kalau naik bis lebih murah biayanya, tapi memakan waktu yang lama di perjalanannya, sebenernya kita bisa beli tiket JR per region gitu, tapi ntr ga bisa nyobain naik shinkansen, karena rencananya kita mo naik shinkansen dari kyoto ke tokyo. Akhirnya diputuskanlah beli JR Pass untuk 7 hari. JR Pass ini ada 2 jenis yaitu Ordinary dan Green Car, perbedaannya kalau Green Car kita bisa duduk di gerbong yang reserved seat di shinkansen, dengan kursi yang lebih lega, kalau Ordinary, yah rebutan tempat duduk di shinkansennya karena masuknya ke gerbong yang non reserved seat. Kalau beruntung dan lagi ga rame, kita bisa dapet tempat duduk, kalau lagi rame yah berdiri. Kita belinya yang ordinary karena kebetulan tanggal segitu bukan tanggalnya Golden Week. Ohya kalau ke Jepang liat tanggalnya dulu, kalau akhir april sampai awal mei, itu minggunya golden week, saatnya liburan anak sekolah dijepang, jadi rame banget di kereta ataupun tempat wisata. Harga JR Pass Ordinary waktu qta beli sekitar Rp 3 juta, dan kita belinya di Gedung Mid Plaza Sudirman, Jakarta. atau bisa juga beli di HIS travel.

Setelah semua persiapan oke, saatnya packing-packing menjelang keberangkatan. Di itinerary kita rencananya bakal ngeliat salju, jadi kita bawa coat kesananya untuk jaga2 dan bawa long john juga. Langsung aja ini itinerary kita selama di jepang :

Hari 1 – 16 Mei 2014

Berangkat dari Bandara Soekarno Hatta Terminal 3 dengan pesawat Air Asia jam 8.00 pagi. Kita udah sampai di Bandara Soetta dari jam 6 pagi, 1 hari sebelumnya kita udah check in online di website Air Asia, dan ga ada bawa bagasi semuanya, jadi ga perlu antri di counter AA nya, cukup langsung cetak aja boarding pass nya di mesin khusus untuk check in online AA tanpa bagasi. Kita transit di KL sekitar 2 jam, setelah itu langsung masuk pesawat lagi untuk melanjutkan ke Haneda. Sampai di Haneda sekitar jam 23.00, dan setelah melewati imigrasi, jam sudah menunjukkan pukul 23.30, sudah ga mungkin lagi untuk mengejar kereta. Akhirnya kita putuskan untuk menginap di Bandara Haneda.

Begitu keluar dari Imigrasi, kita menuju lantai 5 Bandara Haneda, dan tidur di kursi-kursi yang ada di sana. sebenernya nyaman banget untuk tidur disana, tapi karena eskalatornya selalu bersuara tiap ada yang mo naik ataupun turun dari eskalator, jadi berisik banget, akhirnya saya pindah ke tempat deket toilet,Β  kirain bakal sunyi, ternyata berisik juga donks,,,tiap ada yang mo masuk toilet ataupun keluar toilet pasti ada mesin otomatis yang ngomong dalam bahasa jepang n inggris..OMG,,,itu bener2 deh ganggu banget, tapi karena udah cape banget juga n ngantuk akrnya tertidur juga kita semua.

Hari 2 – 17 Mei 2014

Jam 4 pagi kita bangun untuk solat subuh dulu, dan setelah itu mampir ke deck nya Haneda yang view sunrisenya baguuuus…

20140517_044102

Jam 6 pagi kita mandi dulu di shower room, ada di lantai 2 Bandara, letaknya di pojok sebelah kanan dari lift. Tarifnya bervariasi ada yang untuk lama mandi 15 menit dan 30 menit. kalau 15 menit 520 yen, dan 30 menit 1.030 yen. Kita pilih yang 30 menit karena ga mo diburu2 pas mandi, dan ternyata bagus banget donk pas udah masuk ke dalam shower roomnya. Fasilitas yang ada di shower roomnya, shampoo, conditioner, sabun, semuanya merek Shiseido, jadi aga menyesal harusnya bawa botol kosong kecil buat nampung sabun mandinya kan lumayan yah buat di hostel..heuheuheu.. Ohya ada hair dryer, dan sisir juga, dan pas sebelum masuk ke shower roomnya kita dikasih handuk juga. Udah kayak di hotel bintang 5 lah shower roomnya, ruangannya juga lumayan lega. Menurut saya worth it lah.Satu lagi, kita juga dapet voucher free tea setelah mandi dan bisa dituker di cafe sebelah shower roomnya.

Next setelah bersihin badan, kita menuju ke loket JR, untuk tuker JR Pass. Waktu dari Indonesia kita seperti dikasih tiket untuk penukaran JR Pass di Jepang, Nah di Jepang kita harus tuker tiket itu dengan JR Pass, penukarannya bisa diloket informasi Japan Railway di beberapa stasiun aja tapinya. Di Haneda atapun di Narita juga ada.

Setelah tuker JR Pass, dari Haneda kita menuju Kawaguchiko, turun di stasiun Kawaguchiko. Ini penampakan stasiunnya

20140517_181552

Begitu sampai di Kawaguchiko, kita langsung telepon Hostelnya, kita nginep di K’s House Fuji Kawaguchiko. Begitu ditelepon, 10 menit kemudian mobil yang jemput dari hostel datang. Ohya, kalau booking di hostel ini dapet free penjemputan dari stasiun Kawaguchikonya. Asyik kan.. untuk hostel ini kita memesan tipe kamar jepang yang menggunakan tatami.

2014-05-23 20.49.16

2014-05-23 20.51.23

Setelah sampai di hostel, kita belum bisa check-in karena check-innya baru bisa diatas jam 3 sore, jadi kita titip ransel dulu, dan langsung cus naik bis ke stasiun kawaguchiko lagi untuk ke Festival Shibazakura. FYI, festival Shibazakura ini diadakannya hanya 1 tahun sekali, dan mulai dari pertengahan april sampai akhir mei saja. Begitu sampai di Stasiun Kawaguchiko kita ke loket untuk beli tiket PP ke Shibazakura dan tiket masuknya. Ini pemandangan yang bisa diliat di Festival Shibazakura

C360_2014-05-17-16-17-00-206

Cukup lama juga kita di festival shibazakura ini, karena memang bagus bangeeeet,,banyak spot untuk foto2 dengan background gunung Fuji dan danaunya. Karena bis terakhir ke Kawaguchiko jam 17.00, akhirnya kita naik yang bis terakhir, itupun sebenernya masih blm bisa lepas dari pemandangan indah di shibazakura. πŸ™‚

Sampai di Kawaguchiko sekitar jam setengah 7, dan kita kembali ke hostel, untuk solat, dan setelah itu mencari makan disekitar hostel, yang berakhir dengan beli Onigiri di Family Mart,,,hahaha,,habisnya bingung juga mo makan apa, takut ga halal, jadi akhirnya beli lah onigiri rasa chicken mayo. Diluar semakin dingin dan kita akhirnya langsung balik ke hostel untuk tidur.

Hari 3 – 18 Mei 2014

Pagi harinya jam 6.30 kita bangun untuk mengejar kereta di stasiun kawaguchiko menuju stasiun Shinano-Omachi. Tujuan hari ini full day ke Tateyama Alpine Route. Setelah sampai di stasiun Shinano-Omachi, keluar stasiun di sebelah kanan ada toko kecil untuk drop bagasi atau tas untuk di antar ke hotel tujuan di Toyama. Untuk hari ini kita akan menginap di hotel Toyama Ekimae, letaknya tepat didepan stasiun JR Toyama. Kenapa pilih di hotel ini? alasannya sebenernya selain lokasinya yang deket banget sama JR Toyama dan Stasiun Dentetsu Toyama, juga karena besoknya kita akan ke Kyoto pagi2 jadi biar lebih cepet juga sampe di kyoto nya. Lanjut yah…

Setelah mengisi form pengantaran bagasi di stasiun Shinano-Omachi, kita lanjut naik bis dari stasiun Shinano-Omachi ke Ogizawa. Ohya untuk pengantasan bagasi ini, bisa juga dari stasiun tateyama ke stasiun Shinano-Omachi juga lho. Nah untuk rute Tateyama Alpine Route ini dimulainya dari Ogizawa sampai ke stasiun Tateyama. Beli tiket Alpine route ini dari Ogizawa. Info lebih detail mengenai alpine route bisa klik disini.

Dari Ogizawa naik trolley bus dan sampai di perhentian pertama di Kurobe Dam. Ini pemandangan di Kurobe Dam

20140518_133301

Dari kurobe Dam naik cable Car ke Kurobedeira, dan lanjut naik Tateyama Ropeaway. Ini pemandangan selama naik Tateyama Ropeaway

20140518_143754

dan kita mampir ke observation decknya begitu sampai di Daikanbo. Ini pemandangan dari observation deck nya

20140518_144503

setelah dari Daikanbo kita naik trolley bus ke Murodo. Di Murodo ini kita bisa liat Snow Wall, tapi sayangnya karena kita datengnya udah pertengahan Mei, dinding saljunya ga tinggi2 banget, beda kalau kita datengnya di pertengahan April atau awal Mei. Ini di Murodo

cropped-20140518_153357.jpg

20140518_153412

Dari Murodo setelah selesai foto-foto kitapun naik bis ke Bijodaira tapi kita ga jalan2 di sekitar Bijodairanya karena udah cape juga, dan lanjut naik cable car ke stasiun Tateyama. Dari Stasiun Tateyama kita lanjut ke stasiun Dentetsu Toyama. Dan akhirnya sampai di Dentetsu Toyama sekitar jam 5 sore. Setelah itu kita check-in di hotel, dan tas kita udah sampe juga di hotel, langsung solat jamak zuhur ashar, setelah magrib kita keluar buat cari makan disekitar hotel.

Hari ke 4 dan seterusnya akan saya lanjutin di Part 2 ya.. πŸ™‚

Sekilas mengenai financial planning

Financial-Planning-Education

Bismillahirrahmanirrahim,

Kali ini mo share mengenai financial planning. Pertama kali kenal dengan financial planning ini waktu awal kerja, dan kita semua dapet training mengenai perbankan dan ada financial planningnya. Takjub banget ternyata dengan nabung sedikit-sedikit diawal kita bisa mendapatkan return yang lumayan setelah berpuluh-puluh tahun tentunya dengan ditempatin di produk investasi yang returnnya tinggi juga. Eits…tapi jangan cuma liat returnnya doank yah, gimana pun kalo mo investasi itu tetep harus liat karakteristik masing-masing, dan inget prinsip high risk high return. Jadi makin tinggi returnnya, yah makin besar juga risikonya.

Financial planning itu apa c..

Nah sebenernya financial planning itu gimana cara kita mengatur keuangan untuk mencapai tujuan-tujuan hidup kita (tujuan hidup yang bisa diukur secara financial ya). Pertama cek dulu gaji/penghasilan kita per bulan berapa yang pastinya. kalau ada yang penghasilannya ga pasti yah dirata-ratain aja kira-kiranya berapa per bulan. Kedua, tentukan persentase yang diinginkan untuk :

  1. operasional (alias kebutuhan rumah tangga buat yang udah nikah, kalo yang belum nikah ya buat kehidupan sehari-hari seperti transportasi, makan dan kebutuhan pribadi lainnya)
  2. Tabungan dan investasi
  3. Hobi
  4. Sedekah

Kalau menurut saya dan nasehat dari ibu saya juga, kalau tabungan itu sebaiknya dipotong diawal, jadi sisa gaji setelah dipotong tabunganlah yang digunakan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, tapi tetep realistis yah menentukan nominal tabungannya πŸ™‚

Setelah menerapkan itu semua, untuk porsi tabungan dan investasi sebaiknya dipisahkan lagi, berapa persen untuk investasi dan berapa persen untuk tabungan. Dana dari tabungan ini kalau bisa dikumpulkan dan jika sudah memenuhi sejumlah tertentu dijadikan dana darurat. Jadi mis. bisa nabung sebesar 500 ribu sebulan. kalau bisa jangan digunakan uangnya, tetap dikumpulkan hingga jumlah tertentu yang mencukupi untuk dana daruratnya. Dana darurat sendiri penting untuk dimiliki lho, karena dana ini untuk berjaga-jaga kalau ada kebutuhan darurat misalkan masuk rumah sakit, atau ada keperluan mendesak dan mendadak, atau kehilangan pekerjaan sehingga dengan adanya dana darurat ini dapur tetap bisa mengepul. Nominal yang perlu dikumpulkan untuk dana darurat bisa berkisar 3x pengeluaran setiap bulan kalau yang masih single, kalau yang sudah berkeluarga ada yang menyarankan 6x atau sampai 12x pengeluaran per bulan. Setelah dana daruratnya terkumpul bisa ditempatkan di deposito atau tabungan yang mudah dicairkan jika sewaktu-waktu dibutuhkan. Kalau dana darurat ini sempat digunakan, maka mulai tabung kembali sampai nominalnya tercapai.

Nah untuk porsi investasinya, pertama tentukan dulu tujuan dari investasinya mau apa. Tujuan investasi bisa banyak yah, entah untuk biaya sekolah anak, biaya nikah, travelling, atau DP rumah, dll.

Dalam menentukan jenis investasi yang dipilih sebaiknya melakukan pengecekan karakteristik investor terlebih dahulu, apakah tipe konservatif, moderat atau agresif.

  • tipe konservatif : lebih suka yang aman-aman, jadi penempatan dananya biasanya di deposito, tabungan atau emas.
  • tipe moderat : kombinasi, jadi sebagian ditempatkan di deposito, tabungan atau emas, sebagian lagi di tempatkan di instrumen investasi yang berisiko tinggi
  • tipe agresif : bisa menerima investasi dengan risiko tinggi untuk mendapatkan return yang maksimal.

Memang untuk diawal-awal menerapkan financial planning ini aga berat, karena kayak harus pengetatan gitu, tapi lama-lama enjoy aja c. Mungkin banyak yang ga percaya dengan penerapan ini yah, tapi saya udah nyoba lhoo…n it really works..

Next saya bakal share mengenai jenis-jenis investasi. insyaAllah…

Mudah-mudahan postingan ini bermanfaat buat yang lagi tertarik dengan financial planning.